Tips untuk menghadapi interview

Category :

Berikut adalah intisari dari hal-hal yang perlu disiapkan untuk menghadapi wawancara(pekerjaan/beasiswa).


Ada beberapa cara wawancara yang biasa dilakukan:
Tatap muka
Jarak jauh (telepon). Interview via telepon umumnya dilakukan apabila pelamar tinggal jauh dari institusi yang dilamar. Kebanyakan interview untuk beasiswa doktoral di luar negeri dilakuakan via telepon, bahkan juga untuk sebagian interview pekerjaan.



Persiapan umum :
Persiapkan waktu dan tempat dengan baik. Cari tahu lokasi interviewnya (survei dulu sehari sebelumnya), bagaimana mencapainya (kendaraan pribadi,bus, taksi, dll).
Persiapkan diri dengan baik. Usahakan tidur dengan cukup malam sebelumnya, jaga mood hari itu supaya selalu dalam kondisi yang baik. Jika sedang sakit atau kurang fit, minta agar waktu interviewnya bisa dialihkan ke lain hari. Pakai pakaian yang sesuai, jangan overdressed, hehe.
Pelajari CV dengan baik. Siapkan juga data-data pendukungnya, misalnya pengalaman bekerja selama ini, pengalaman seminar, pelatihan, dll.
Pelajari dan dalami perusahaan/institusi tempat melamar pekerjaan atau beasiswa.
Cari tahu penginterviewnya, dan apa backrgoundnya (HRD, Manager,Profesor, dll). Hal ini berguna untuk membayangkan jenis pertanyaan apa yang akan muncul.
Bayangkan pertanyaan-pertanyaan yang mungkin ditanyakan, dan siapkan jawabannya dalam garis besar. Contoh pertanyaan yang biasa ditanyakan adalah seperti :
Biasanya pertanyaan awal basa-basi aja. Contoh : How you get here by? (mungkin sedikit informasi buat perusahaan tentang background ekonomi kita secara umum, klo kita berasal dari luar kota)
Can you tell me about your self? (biasanya diteruskan denganpertanyaan yang mengharuskan kita menyebutkan kelebihan dan kekurangan diri sendiri)
Can you please gothrough your backgrounds and experiences first before moving towards other questions?
Why do you think you can do the specify job?
How do you backgrounds and experiences support you in this job?
How would your other activity support your professional work?
How much do you currently earn and how much would you expect for next salary?


Saat wawancara :
Jangan lupa men-silentkan HP atau klo perlu matikan aja.
Menit-menit awal pertemuan / interview adalah momen terpenting. Kesan awal akan menetapkan pandangan sang interviewer selama proses unetrview tersebut. Ucapkan salam, jabat tangan semua interviewer (nah, buat interviewernya laki-laki…) dengan mantap, jangan duduk sebelum dipesilahkan atau sebelum sebelum interviewernya duduk.
Sapa semua nama dengan sebutan formalnya dulu (misalnya: Bapak Budi,Profesor Smith, Doctor Green, dll). Jika diminta untuk memanggil hanya dengan nama kecilnya, lakukanlah.
Be calm. Take your time before answering the question. Tarik napas yang dalam, pikir dulu dengan baik sebelum menjawab.
Be confident (butnot over confident). Jangan merasa minder apabila diiterview seorang direktur atau profesor. Mereka juga pernah dalam posisi kita, dan kita juga harus yakin suatu ketika kita bisa menggantikan posisi mereka! Tapi, jangan sampai terkesan arogan.Pikirkan semua kata-kata juga, nanti dikira lemot, hehe.
Maintain eye contact (nah, sekali lagi buat jobseeker akhwat, soal ini mah sy jg masih bingung, tp mungkin kasusnya bisa dibilang ”darurat” so mungkin boleh, hehe..). Jika sulit melakukannya, lihat fokuskan pandangan eye contact ini, kita akan terlihat percaya diri dan optimis.
Keep your posture (bahasa tubuh). Jika anda duduk, jangan terlalu sering mengganti posisi. Jangan menyilangkan tangan dan kaki. Jangan menggaruk-garuk tangan atau kaki. Jika berdiri (presentasi), jangan membelakangi interviewer, jangan berjalan-jalan terlalu banyak, berdiri tegak dan yakin.
Know what you want. Kita harus punya gambaran apa yang realistically akan dilakukan 5-10 tahun ke depan. What you want to be in the future.
Do not say things that you aren’t sure about. Sekali lagi,pikirkan dulu apa yang akan dikatakan.
Tanyakan kembali jika ada pertanyaan yang tidak dimengerti.
Jawab semua pertanyaan dengan straigtforward, jangan bertele-tele dan berpanjang-panjang.
Saat sudah selesai, ucapkan terimakasih atas kesempatan wawancara tersebut.
Khusus untuk interview via telepon:
Biasanya dilakukan secara bersama-sama (conference call) atau pun hanya oleh satu orang.
Sediakan tempat khusus untuk menerima telepon ini (idealnya di dalam kamar, dan kunci pintunya).
Klo ada gunakan speaker phone, supaya bisa lebih konsentrasi pada interview
Klo perlu, rekam jalannya interview agar kita dapat belajar dari pengalaman tersebut.
Siapkan alat tulis untuk mencatat nama, pertanyaan, dan kemungkinan jawabannya
.

Beberapa institusi atau interviewer akan meminta kita untuk menyiapkan sebuah presentasi mini terhadap sebuah masalah yang dikemukakan terlebih dahulu sebelumnya (via email/telepon). Siapkan dengan baik presentasinya, dan sesuaikan waktunya dengan alokasi waktu yang tersedia. Klo waktunya tidak dispesifikasikan, buatlah untuk durasi kira-kira 10 menit aja. Bila melamar sekolah doktoral, kemungkinan besar akan diminta untuk membuat proposal pendek (1-2 halaman) yang menjelaskan rencana penelitian kita.Biasanya proposal ini tidak perlu memuat referensi yang terlalu dalem,cukup 1-2 aja, yang penting background analisis, tujuan, metode, data colection, dan analisisnya baik, dan jangka waktunya sesuai dengan timeframe studinya (1-3 tahun).

Semoga bermanfaat..:)

No comments:

Post a Comment